Upacara Bendera MIN 1 Pohuwato, Wakamad Kesiswaan Ingatkan Kesiapan dan Ketertiban Murid
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato kembali melaksanakan upacara bendera, Senin (26/01/2026) di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas I hingga VI, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan, dan dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad.
Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan, Djafar Mohune, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya kesiapan, ketertiban, dan kedisiplinan peserta didik, khususnya dalam pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin.
Dalam amanatnya, Djafar Mohune menegaskan bahwa pelaksanaan upacara bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pembentukan karakter dan sikap tanggung jawab peserta didik. Ia secara khusus menyoroti peran peserta didik kelas IV, V, dan VI sebagai kelas transisi yang harus menjadi teladan bagi adik-adik di kelas bawah. Ia secara tegas menyampaikan bahwa upacara bendera harus dilaksanakan dengan kesiapan penuh oleh seluruh peserta didik.
“Setiap hari Senin itu adalah pelaksanaan upacara yang memang wajib dilaksanakan oleh seluruh murid yang ada di MIN 1 Pohuwato. Terlebih untuk kelas IV, V, dan VI yang merupakan bagian dari kelas transisi dan juga menjadi contoh bagi adik-adik di kelas I, II, dan III. Oleh karena itu, pada pelaksanaan upacara setiap hari Senin semuanya harus sudah dalam keadaan siap,” ujarnya.
Selain itu, Djafar juga mengingatkan seluruh peserta didik agar senantiasa mematuhi tata tertib madrasah, baik dalam hal sikap, kedisiplinan, maupun kerapian berpakaian. Penegasan tersebut disampaikan agar seluruh aturan yang telah ditetapkan dapat dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa kesiapan tersebut tidak hanya secara fisik, tetapi juga sikap dan gerakan selama upacara berlangsung.
“Siapnya itu seperti apa? Siapnya adalah tidak ada lagi gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan pelaksanaan upacara. Contoh utamanya ada pada pemimpin dan perangkat upacara. Pemimpin upacara harus benar-benar siap dengan sikap tubuh yang tegap. Jika ada kesalahan, jangan lagi membuat gerakan tambahan karena kesalahan tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Djafar Mohune kembali mengingatkan seluruh peserta didik dari kelas I hingga kelas VI agar menaati seluruh tata tertib madrasah yang selama ini telah disampaikan dalam setiap apel pagi maupun upacara.
“Saya mengingatkan kepada seluruh murid dari kelas I sampai kelas VI bahwa seluruh tata tertib yang ada di madrasah, yang selalu disampaikan setiap pagi pada pelaksanaan apel maupun upacara seperti ini, harus dilaksanakan dan diikuti dengan baik. Mulai dari tata tertib berpakaian, penggunaan sepatu, hingga kelengkapan seragam, semuanya harus sesuai dengan aturan yang ada di madrasah,” jelasnya.
Terkait penggunaan seragam, ia juga menekankan khusus bagi peserta didik yang mengikuti mata pelajaran PJOK.
“Untuk kelas yang menggunakan jadwal pelajaran PJOK, tidak ada yang menggunakan seragam olahraga selain yang telah ditetapkan oleh madrasah. Tidak ada yang memakai sweater atau pakaian lain yang tidak sesuai,” tambahnya.
Sebagai penutup amanat, Djafar Mohune berharap seluruh peserta didik dapat menindaklanjuti dan melaksanakan arahan yang telah disampaikan.
“Demikianlah amanat tentang tata tertib dari saya. Kepada anak-anakku peserta didik, mohon untuk ditindaklanjuti dan dilaksanakan dengan baik, karena ke depan akan ada pemeriksaan lebih lanjut dari kami pihak kesiswaan,” pungkasnya.
Dari pantauan awak Humas, Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat di bawah pengawasan para guru serta jajaran pimpinan madrasah. (AR@Z)


0 Komentar