• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Lewat Tausyiah Jumat, Miskina Gusu Ajak Siswa MIN 1 Pohuwato Hormati Guru dan Sayangi Teman

Lewat Tausyiah Jumat, Miskina Gusu Ajak Siswa MIN 1 Pohuwato Hormati Guru dan Sayangi Teman

Gambar : Guru Mata Pelajaran Fikih MIN 1 Pohuwato, Miskina Gusu, memberikan tausyiah kepada seluruh peserta didik usai pelaksanaan sholat dhuha bersama di halaman madrasah

Lewat Tausyiah Jumat, Miskina Gusu Ajak Siswa MIN 1 Pohuwato Hormati Guru dan Sayangi Teman

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Usai melaksanakan sholat dhuha berjama'ah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato kembali menggelar kegiatan pembinaan karakter melalui tausyiah yang diikuti seluruh peserta didik, Jumat (12/06/2026), di halaman madrasah. Tausyiah kali ini disampaikan oleh Guru Fikih, Miskina Gusu, yang mengangkat tema pentingnya menghormati guru dan menjaga persaudaraan dengan sesama teman sebagai bagian dari pembentukan akhlak mulia peserta didik.

Dalam penyampaiannya, Miskina Gusu mengingatkan para peserta didik agar senantiasa menjaga adab dan sopan santun kepada guru maupun teman sebaya. Menurutnya, perkembangan media sosial saat ini memperlihatkan banyak contoh perilaku kurang terpuji yang tidak sejalan dengan nilai-nilai pendidikan dan ajaran Islam.

"Anak-anakku yang Ibu cintai dan banggakan, akhir-akhir ini kita sering menyaksikan melalui berbagai media sosial adanya perilaku peserta didik yang kurang menghormati gurunya. Padahal, menghormati guru merupakan salah satu kunci keberkahan ilmu. Oleh karena itu, Ibu mengajak kalian semua untuk senantiasa menjaga adab, sopan santun, serta menghargai setiap guru yang telah mendidik dan membimbing kalian di madrasah ini,” ujar Miskina.

Di hadapan seluruh peserta didik, Miskina menyampaikan bahwa guru bukan hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang tua kedua yang dengan penuh kesabaran mendidik, membimbing, dan mengarahkan peserta didik menuju masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, setiap peserta didik hendaknya menunjukkan sikap hormat dan penghargaan kepada guru sebagai bentuk terima kasih atas ilmu dan perhatian yang diberikan.

“Ketahuilah bahwa kami para guru tidak hanya datang untuk mengajar pelajaran di dalam kelas, tetapi juga berusaha mendidik kalian dengan penuh kasih sayang sebagaimana orang tua mendidik anak-anaknya. Kami merasa bangga ketika melihat kalian tumbuh menjadi pribadi yang baik, berprestasi, dan berakhlak mulia. Karena itu, hormatilah guru kalian, dengarkan nasihatnya, dan laksanakan setiap kebaikan yang diajarkan agar ilmu yang kalian peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan penuh keberkahan,” tuturnya.

Selain menekankan pentingnya menghormati guru, Miskina juga mengajak seluruh peserta didik untuk menjaga hubungan baik dengan teman-teman mereka di lingkungan madrasah. Ia menjelaskan bahwa teman merupakan saudara dalam proses belajar yang akan menemani berbagai pengalaman, baik saat meraih keberhasilan maupun menghadapi kesulitan.

“Selain itu, Ibu juga berpesan agar kalian senantiasa menjaga hubungan baik dengan teman-teman kalian. Teman yang saat ini belajar bersama di madrasah adalah saudara kalian dalam menuntut ilmu. Mereka akan menjadi sahabat yang menemani kalian dalam suka maupun duka, dalam keberhasilan maupun kesulitan. Jangan saling mengejek, jangan saling merendahkan, dan jangan mudah bermusuhan. Sebaliknya, jadilah pribadi yang suka membantu, menghargai perbedaan, dan menjaga persaudaraan,” imbuhnya.

Menurutnya, kehidupan di madrasah bukan hanya tentang belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga belajar membangun sikap saling menghargai, tolong-menolong, serta mempererat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat di masa yang akan datang.

“Mari kita bersama-sama menjadi peserta didik yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga unggul dalam akhlak dan budi pekerti. Karena sesungguhnya orang yang berilmu dan berakhlak mulia akan lebih dihormati serta menjadi kebanggaan keluarga, madrasah, masyarakat, bangsa, dan agama." Tutupnya.

Kegiatan tausyiah berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian. Seluruh peserta didik tampak menyimak setiap pesan yang disampaikan. Melalui pembinaan rutin seperti ini, MIN 1 Pohuwato terus berkomitmen menanamkan pendidikan karakter dan akhlak mulia sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, santun, serta berakhlakul karimah. (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment